Arti tatanan sosial dalam sosiologi

Artículo revisado y aprobado por nuestro equipo editorial, siguiendo los criterios de redacción y edición de YuBrain.


Tatanan sosial menghadirkan karakteristik yang berbeda. Beberapa dari mereka adalah:

  • Kontrak sosial: pada tahun 1762, filsuf Prancis Jean-Jacques Rousseau menerbitkan Kontrak sosial: atau prinsip-prinsip hukum politik , sebuah karya yang akan mendefinisikan salah satu konsep esensial sosiologi. Kontrak sosial mengacu pada kesepakatan nyata atau hipotetis yang dibuat oleh anggota kelompok untuk menjaga ketertiban. Contoh dari ini adalah kontrak antara Negara dan warga negara. Berawal dari pemikiran bahwa anggota masyarakat setuju dan setuju untuk tunduk pada serangkaian hukum untuk hidup bersama. Undang-undang ini memberi mereka hak tertentu sebagai imbalan atas penyerahan kebebasan penuh yang seharusnya mereka miliki dalam keadaan alami mereka.
  • Prinsip keluasan: ini menunjukkan bahwa semakin banyak norma atau aturan yang dimiliki suatu masyarakat dan semakin penting mereka, semakin besar persatuan anggotanya.
  • Hati nurani kolektif Durkheim menyebut seperangkat keyakinan, nilai, dan pengetahuan yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat. Hati nurani kolektif menyukai persatuan dan solidaritas antara orang-orang untuk memenuhi peran dan fungsi yang berbeda dalam masyarakat.
  • Sosialisasi : merupakan proses yang dilakukan seseorang selama hidupnya dan disitulah ia belajar dan memasukkan unsur-unsur sosial budaya lingkungannya. Dengan cara ini, ia mengembangkan kepribadian dan nilai-nilainya, juga beradaptasi dengan masyarakat tempat ia tinggal. Agen sosialisasi utama adalah:
    • Keluarga adalah agen sosialisasi yang paling penting, karena di sanalah interaksi yang menciptakan dan memasukkan kebiasaan, nilai, dan norma sosial terjadi. Ini memiliki peran penting dalam transmisi aturan sosial dan perilaku setiap individu.
    • Sekolah bertanggung jawab untuk menjaga tatanan sosial dan struktur masyarakat dan mengurangi ketidaksetaraan.
    • Agama sangat mempengaruhi perilaku dan adat istiadat manusia. Selain itu, mempromosikan kohesi sosial, mengontrol tindakan dan nilai, memberikan tujuan, memberikan stabilitas emosional, dan mempengaruhi perkembangan identitas.
  • Institusi : mereka membentuk struktur aktivitas sosial, mendefinisikan nilai dan norma, melakukan kontrol atas tindakan individu dan berpartisipasi dalam komunikasi kolektif.
  • Elemen budaya : ini termasuk tugas sehari-hari, pembagian kerja, status, peran, hubungan sosial, hierarki, antara lain.

Ciri-ciri tatanan sosial lainnya

Selain ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, tatanan sosial juga dapat berupa:

  • Spontan : dalam hal ini bukan penguasa atau lembaga yang mengatur ketertiban. Individulah yang mengatur diri mereka sendiri dengan tujuan secara mandiri mencari kesejahteraan atau kepentingan mereka sendiri.
  • Kehormatan sosial : persetujuan, kekaguman atau penghormatan terhadap seseorang atau kelompok dapat berkontribusi pada tatanan sosial. Contohnya adalah orang kaya, mafia, dan kasta.

Bibliografi

-Iklan-

mm
Cecilia Martinez (B.S.)
Cecilia Martinez (Licenciada en Humanidades) - AUTORA. Redactora. Divulgadora cultural y científica.

Artículos relacionados