Cara menggunakan fungsi ZTEST di Excel

Artículo revisado y aprobado por nuestro equipo editorial, siguiendo los criterios de redacción y edición de YuBrain.


Dalam statistik inferensial perlu dilakukan apa yang dikenal sebagai pengujian hipotesis; Untuk ini, beberapa program manajemen data tersedia seperti SPSS, SAS, SVIVO, serta Microsoft Excel yang banyak digunakan. Di Excel, fungsi ZTEST memberikan probabilitas rata-rata sampel lebih besar daripada rata-rata pengamatan dalam kumpulan data.

Sintaks Fungsi ZTEST

Sintaks fungsi harus berisi yang berikut ini:

  • Matriks: mengacu pada rentang data yang x harus diverifikasi.
  • x: mengacu pada nilai yang akan diperiksa.
  • Sigma: Nilai ini opsional, mengacu pada standar deviasi populasi. jika tidak disetel, fungsi akan menggunakan standar deviasi sampel.
  • Sintaksnya adalah: TEST.ZN(matrix,x,[sigma])

Contoh penggunaan

Dengan data berikut kita bisa melihat bagaimana fungsi ZTEST berperilaku. Dengan sampel acak sederhana dari populasi yang berdistribusi normal, rata-rata tidak diketahui, dan standar deviasi 3.

  • Data: 1, 2, 3, 3, 4, 4, 8, 10, 12.

Dengan signifikansi 10%, kami kemudian melanjutkan untuk menguji hipotesis bahwa data sampel berasal dari populasi dengan rata-rata lebih besar dari 5. Dengan alasan ini, hipotesis berikut disajikan:

  • 0  : μ = 5
  • a  : μ> 5

Dan menggunakan fungsi ZTEST, nilai-p ditemukan sebagai berikut:

Data dimasukkan di kolom Excel (dari A1 ke A9), di sel lain TEST.Z dimasukkan (A1: A9,5,3). Ini akan memberi kita 0,41207 sebagai hasilnya. Karena p melebihi 10%, kami tidak menolak hipotesis nol.

komentar penting

Jika argumen array kosong, fungsi mengembalikan kesalahan #N/A.

Jika sigma tidak dihilangkan, fungsi dihitung sebagai berikut: TEST.Z(  matrix,x,sigma  ) = 1-  RDist.NORM((Average(matrix)-  x) / (sigma/√n),TRUE) .

Fungsi ZTEST mewakili probabilitas bahwa rata-rata lebih besar dari nilai yang diamati.

Untuk menghitung probabilitas dua arah bahwa sampel lebih jauh dari x daripada rata-rata daripada rata-rata dengan rumus berikut:

=2 * MIN(TEST.ZN(matriks,x,sigma); 1 – TEST.ZN(matriks,x,sigma)).

Contoh rumus

Dengan data berikut dalam satu kolom, Anda akan mendapatkan hasil yang berbeda sesuai dengan rumus yang diberikan di atas:

Data: 3, 6, 7, 8, 6, 5, 4, 2, 1, 9. (dari sel A1 ke A11)

  • Rumus: =TEST.ZN(A2:A11,4) Hasil: 0,090574
  • Rumus: =2 * MIN(TEST.ZN(A2:A11,4); 1 – TEST.ZN(A2:A11,4)) Hasil: 0,181148
  • Rumus: =TEST.ZN(A2:A11,6) Hasil: 0,863043
  • Rumus: =2 * MIN(TEST.ZN(A2:A11,6); 1 – TEST.ZN(A2:A11,6)) Hasil: 0,273913

Referensi

Microsoft (s/f). fungsi ZTEST. Tersedia di: https://support.microsoft.com/es-es/office/funci%C3%B3n-prueba-z-d633d5a3-2031-4614-a016-92180ad82bee

Parrado, F. (2016). Fungsi TEST.Z Excel 2013. Tersedia di: https://youtu.be/Yf8OpYnXJOA

-Iklan-

mm
Isabel Matos (M.A.)
(Master en en Inglés como lengua extranjera.) - COLABORADORA. Redactora y divulgadora.

Artículos relacionados